INDRA;SIA-SIA DIGAJI JUTAAN, KALAU GURUNYA MASIH GAPTEK
Selamat malam buat sobat semua.
Sebuah tamparan dilontarkan kepada guru oleh pengamat pendidikan indra"sia-sia digaji jutaan kalo Gurunya masih Gaptek", Setujukah Bapak/Ibu terhadap pernyataan ini?
"Bagaimana pendidikan di Indonesia bisa bagus kalau tenaga pendidiknya kompetensinya rendah. Lembaga-lembaga internasional menempatkan kualitas pendidikan Indonesia rata-rata rangking dua dari bawah," ujar Indra dalam sebuah seminar nasional pendidikan, Selasa (26/4).
Anehnya, kata Indra, seluruh guru ramai-ramai meminta kenaikan gaji serta tunjangan dengan alasan memuliakan tenaga pendidik. Sejumlah daerah, malah memberikan tunjangan yang fantastis. Di DKI Jakarta, misalnya, gaji dan tunjangan guru mencapai Rp 18 juta.
"Guru di DKI dibayarkan Rp 18 juta, angka yang cukup tinggi. Yang jadi pertanyaan, layakkah mereka mendapatkan gaji setinggi itu? Sementara dari data banyak guru DKI yang tidak tahu soal komputer," sergahnya.
Lanjut Indra, bila gurunya gagap teknologi alias gaptek, bagaimana bisa mengajarkan siswa generasi abad 21. Itu artinya, pemerintah sia-sia mengeluarkan dana ratusan juta untuk bayar gaji dan tunjangan guru.
"Saya selaku pembayar pajak, jelas tidak rela karena dana yang kita bayarkan diplotkan kepada guru-guru tidak berkualitas. Kalau guru-guru kita berkompetensi tinggi, saya yang akan mencarikan sekolah internasional bagi mereka dan dibayar tinggi," tandasnya.
Sumber : jpnn
Demikian info ini kami sampaikan agar menjadi motivasi bagi kita para Guru untuk lebih baik lagi

Katakanlah betul apa yang disampaikan oleh pengamat tsb. Lantas siapa yang bertanggungjawab terhadap rendahnya kualitas guru tersebut?
ReplyDeletesy tdk sependapat dg pak indra hanya melihat sisi gajinya sj,jika bpk keplosok sampai daerah kami mungkin bpk mengatakan gaji segitu hanyabuntuknongkos beli bensin,jangan dl pandang negara maju yg sdh ada jaminan hdp,dan guru memiliki prioritas gajibtertinggi dg instasi lain,coba bayangkan pak,jika seorng guru seharian mengjar dn kebutuhan di rmh anak istri masih memerlukan kebutuhan biaya primer dan skunder hrs mutar setir mencari lg,dan tdk fokus dg profesi nya wajar guru hrs berbagi fikiran dlm amanah dan kewajiban ,tlng pikirkan pak,jangan hanya komentar turun pak mengajar di tengah hutan jauh dri alat midrn dan komunikasi
ReplyDelete